Dzulqo’dah sebagai Bulan Anti Kekerasan
Khutbah
Pertama Format PDF Unduh di sini
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ
نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ
أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ
لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ
اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى سيدنا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ
تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن
عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ
وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ قَالَ اللهُ تَعَالَى: يٰٓاَيُّهَا
الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ
وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢبِمَا تَعْمَلُوْنَ
Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah
Marilah kita tingkatkan
ketakwaan kepada Allah dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi
larangan-Nya. Semoga kita wafat dalam keadaan husnul khatimah sebagai hamba
yang taat.
Hadirin yang dimuliakan
Allah,
Kita sekarang berada di
bulan Dzulqo’dah, salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan Allah.
Di dalam Al Qur’an, Allah Swt. memasukkan bulan Dzulqo’dah
sebagai salah satu bulan haram alias bulan yang dimuliakan.
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ
اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ
وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ
"Sesungguhnya
jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan
Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, diantaranya ada empat bulan
haram.” (QS. At-Taubah:36)
Imam Ibnu Jarir Ath-Thobari di dalam kitab tafsirnya menyebutkan
bahwa keempat bulan haram yang dimaksud adalah Dzul Qa'dah, Dzul Hijjah,
Muharram dan Rajab. Oleh karena itu, masyarakat Arab dulu tidak mengenal
peperangan yang terjadi pada bulan-bulan ini. Orang-orang tidak diperkenankan
menganiaya dan berkelahi di antaranya pada bulan-bulan ini.
Allah menjadikan bulan ini
sebagai momentum bagi umat manusia untuk hidup damai, menahan diri dari
pertikaian, dan memperkuat persaudaraan.
Di tengah kehidupan kita
di Kota Bontang yang beragam suku, budaya, dan agama, pesan ini sangat relevan.
Islam mengajarkan kita untuk menjadi pembawa kedamaian, bukan sumber keributan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ
الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ
“Seorang Muslim yang baik
adalah yang orang lain selamat dari lisan dan tangannya.” (HR. Bukhari)
Artinya, jangan sampai
ucapan kita melukai, jangan pula tangan kita menyakiti. Kekerasan, baik fisik
maupun verbal, bertentangan dengan ajaran Nabi.
Hadirin rahimakumullah,
Mari kita jadikan bulan
Dzulqo’dah sebagai bulan anti kekerasan. Jika ada perbedaan pendapat,
selesaikan dengan musyawarah. Jika ada masalah di lingkungan kerja, atau di
masyarakat, selesaikan dengan sabar dan komunikasi yang baik. Ingatlah firman
Allah dalam QS. Ali Imran ayat 159:
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ
اللَّهِ لِنتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانفَضُّوا مِنْ
حَوْلِكَ
“Maka, berkat rahmat Allah engkau (Nabi Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Seandainya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka akan menjauh dari sekitarmu.”
Mari kita jadikan bulan
Dzulqo’dah sebagai momentum untuk memperbaiki diri. Jangan biarkan hati kita
dipenuhi kebencian, iri, dan amarah. Kekerasan hanya akan merusak persaudaraan
dan merugikan diri sendiri. Sebaliknya, kelembutan, kasih sayang, dan saling
menghormati akan membawa keberkahan.
Di kota kita, Bontang,
mari kita perkuat ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah insaniyah. Jadilah Muslim yang
menebarkan salam, membantu sesama, dan menjaga lisan. Dengan begitu, masjid
kita bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat kedamaian dan persatuan.
Khutbah Kedua
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ
الَّذِيْ أَمَرَنَا بِالْاِتِّحَادِ وَالْاِعْتِصَامِ بِحَبْلِ اللهِ الْمَتِيْنِ
أَشْهَدُ أَنْ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ، إِيَّاهُ
نَعْبُدُ وَإِيَّاهُ نَسْتَعِيْنُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ، اَلْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى
سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. اِتَّقُوا
اللهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَسَارِعُوْا إِلَى مَغْفِرَةِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ
الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدَنَا
وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ اَللّٰهُمَّ
اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ
اَلاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْاَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ
الدَّعَوَاتِ وَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
اَللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ إِيْمَانًا كَامِلًا وَيَقِيْنًا صَادِقًا
وَرِزْقًا وَاسِعًا وَقَلْبًا خَاشِعًا وَلِسَانًا ذَاكِرًا وَحَلَالًا طَيِّبًا
وَتَوْبَةً نَصُوْحًا، اَللّٰهُمَّ طَوِّلْ عُمُورَنَا وَصَحِّحْ أَجْسَادَنَا
وَنَوِّرْ قُلُوْبَنَا وَثَبِّتْ إِيْمَانَنَا وَأَحْسِنْ أَعْمَالَنا
،رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا
عَذَابَ النَّارِ عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ
وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ
وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا
اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَادْعُوْهُ يَسْتَجِبْ لَكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ
أَكْبَرُ

0 Response to "Dzulqo’dah sebagai Bulan Anti Kekerasan"
Posting Komentar