Ketika Rezeki Tercemar Kecurangan: Masihkah Kita Takut Api Neraka?
Naskah Khutbah Jum'at versi pdf bisa di Unduh di sini
Khutbah
Pertama
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ
نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ
أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ
لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ
وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اَللهُمّ
صَلّ وَسَلّمْ عَلى سيدنا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ
بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن
عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ
وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ قَالَ اللهُ تَعَالَى: يٰٓاَيُّهَا
الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ
وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢبِمَا تَعْمَلُوْنَ
Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah
Jika kita merenungi keadaan hari ini, kejujuran seolah-olah menjadi
sesuatu yang semakin asing dan langka di sekitar kita. Betapa banyak manusia
yang tanpa ragu mengorbankan kejujuran hanya demi mempertahankan jabatan
sekejap, mengejar keuntungan duniawi, atau memenuhi ambisi pribadi. Kita
menyaksikan dari hari ke hari, bagaimana praktik korupsi, penyalahgunaan
wewenang, manipulasi data, dan kecurangan seolah telah menggerogoti hampir
setiap sendi kehidupan kita.
Sadar atau tidak, potensi kecurangan itu menyusup ke dalam setiap
profesi: dari aparatur negara yang memanipulasi anggaran, oknum pendidik yang
merusak keadilan lewat cuci rapor, karyawan yang mencuri waktu kerja, pedagang
yang mengurangi timbangan, hingga tukang dan sopir yang merekayasa nota biaya.
Bayangkan jika rezeki yang dibawa pulang ke rumah untuk memberi makan
anak dan istri tercinta bersumber dari cara-cara yang curang. Padahal, Islam
secara tegas mengutuk dan melarang keras segala bentuk kecurangan dan korupsi,
sekecil apa pun bentuknya. Hal ini ditegaskan dalam
berbagai ayat Al-Qur'an dan hadits Nabi Muhammad saw. Salah satu surat
dalam Al-Qur'an yang secara khusus membahas tentang kecurangan adalah surat
Al-Muthaffifin. Surat ini menjelaskan tentang orang-orang yang curang dalam hal
apapun. Allah Swt mengancam orang-orang yang berbuat curang tersebut dengan
siksaan yang pedih di akhirat.
وَيْلٌ لِّلْمُطَفِّفِيْنَۙ
Artinya,
"Celakalah orang-orang yang curang (dalam menakar dan menimbang)!"
Ayat pertama surat Al Muthaffifin tersebut menjelaskan
siksaan pedih bagi orang-orang yang curang.
Hadirin
rahimakumullah,
Di dalam Tafsir
Al-Jalalain (Jalaluddin al-Mahalli dan Jalaluddin as-Suyuthi) dijelaskan, makna
“wail” dalam ayat tersebut adalah:
كَلِمَةُ عَذَابٍ أَوْ وَادٍ فِي
جَهَنَّمَ
“Kata yang
mengandung makna azab atau lembah di neraka Jahannam.”
Sementara itu Imam
Al-Qurtubi, di dalam kitabnya Al-Jami li Ahkamil Quran, menjelaskan makna “Wail”
شِدَّةُ عَذَابٍ فِي الْآخِرَةِ
“Azab yang
sangat pedih ketika di akhirat.”
Hadirin sidang
Jama’ah Jum’ah rahimukumullah,
Apakah kita sanggup menahan panasnya api neraka hanya karena kenikmatan
dari harta curang yang sifatnya sementara? Sungguh, tidak ada satu pun dari
kita yang akan sanggup menanggungnya.
Oleh karena itu, sebelum ajal menjemput dan pintu taubat tertutup, mari
kita bersihkan diri, pekerjaan, dan rezeki kita dari segala bentuk kecurangan.
Kembalilah pada jalan kejujuran, sebab kejujuran adalah satu-satunya benteng
keselamatan kita di dunia dan akhirat. Rasulullah SAW bersabda dalam hadits
riwayat Imam Muslim:
عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ
يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ
“Hendaklah kamu semua bersikap jujur, karena kejujuran membawa kepada
kebaikan, dan kebaikan membawa ke surga.” (HR.
Muslim).
Jama’ah yang dirahmati Allah,
Semoga Alloh
Swt. membersihkan jiwa kita dari sifat curang, membimbing kita menjadi
hamba-hamba-Nya yang jujur dan berintegritas, serta menyelamatkan kita dan
keluarga kita dari siksa neraka Jahannam.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ
فيِ القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنيِ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآياَتِ
وَالذِّكْرِ الحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنيِّ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ َإِنَّهُ هُوَ
السَّمِيْعُ العَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْليِ هذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ ليِ وَلَكُمْ
وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ
الرَّحِيْم
Khutbah Kedua
اَلْحَمْدُ
لِلّٰهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِالْاِتِّحَادِ وَالْاِعْتِصَامِ بِحَبْلِ اللهِ
الْمَتِيْنِ أَشْهَدُ أَنْ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ،
إِيَّاهُ نَعْبُدُ وَإِيَّاهُ نَسْتَعِيْنُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا
عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَلْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ. اَللّٰهُمَّ
صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.
اِتَّقُوا اللهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَسَارِعُوْا إِلَى مَغْفِرَةِ رَبِّ
الْعَالَمِيْنَ. إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا
أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدَنَا
وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ اَللّٰهُمَّ
اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ
اَلاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْاَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ
الدَّعَوَاتِ وَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ،
اَللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ إِيْمَانًا كَامِلًا وَيَقِيْنًا صَادِقًا
وَرِزْقًا وَاسِعًا وَقَلْبًا خَاشِعًا وَلِسَانًا ذَاكِرًا وَحَلَالًا طَيِّبًا
وَتَوْبَةً نَصُوْحًا، اَللّٰهُمَّ طَوِّلْ عُمُورَنَا وَصَحِّحْ أَجْسَادَنَا
وَنَوِّرْ قُلُوْبَنَا وَثَبِّتْ إِيْمَانَنَا وَأَحْسِنْ أَعْمَالَنا
،رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا
عَذَابَ النَّارِ عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ
وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ
وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا
اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَادْعُوْهُ يَسْتَجِبْ لَكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ
أَكْبَرُ

0 Response to "Ketika Rezeki Tercemar Kecurangan: Masihkah Kita Takut Api Neraka?"
Posting Komentar