Mengarungi Samudra Kematian: Jangan Biarkan Diri Tenggelam Tanpa Bekal




Naskah khutbah versi pdf dapat di download di sini

Khutbah Pertama 

 إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى سيدنا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ قَالَ اللهُ تَعَالَى: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢبِمَا تَعْمَلُوْنَ

Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah

Mengawali khutbah Jumat pada siang hari yang mulia ini, khatib mengajak kepada seluruh jamaah sekalian, dan khususnya untuk diri khatib pribadi, marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah Ta'ala. Yakni dengan bersungguh-sungguh menjalankan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Hadirin jama’ah Jum’ah rahimakumullah

Di tengah kesibukan kita beraktivitas di Kota Bontang yang kita cintai ini—baik yang bekerja menembus waktu di kawasan industri, melaut mengarungi gelombang pesisir, hingga bertaruh nafkah di pasar dan perniagaan—sering kali kita lupa bahwa semua ini hanyalah persinggahan sementara. Kita merasa seolah waktu kita masih panjang, seolah badan yang segar ini akan selamanya sanggup bertahan.

Padahal, jika kita renungi, betapa banyaknya kerabat, tetangga, kawan sekerja, dan sanak keluarga kita di Bontang ini yang kemarin masih tertawa bersama kita, namun hari ini mereka telah berbaring sunyi di dalam tanah, menanti hari pembalasan. Cepat atau lambat, suka atau tidak suka, giliran kita pun pasti akan tiba. Maut tidak akan menunggu sampai kita siap, dan malaikat maut tidak akan menunda tugasnya hanya karena kita masih sibuk dengan urusan duniawi. Allah SWT mengingatkan kita dalam Surah Ali 'Imran ayat 185:

كُلُّ نَفْسٍ ذَاۤىِٕقَةُ الْمَوْتِۗ 

“Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati.” (QS. Ali Imron; 185).

Oleh karena itu, pertanyaan yang harusnya kita pertanyakan kepada diri kita masing-masing adalah, sudahkah kita mempersiapkan bekal untuk menghadapi kematian? Jangan sampai ajal menjemput, tapi bekal kita tidak cukup. Jangan sampai maut mendatangi kita, tapi kita tidak punya bekal apa-apa. Sahabat Abu Bakar sebagaimana dikutip oleh Syeikh Nawawi Al Bantani di dalam kitab Nashoihul Ibad menyampaikan:


من دخل القبر بلا زادٍ، فكأنما ركب البحر بلا سفينة

“Barangsiapa masuk kubur tanpa bekal, maka seolah-olah dia mengarungi lautan tanpa kapal.” Bayangkan betapa mengerikannya kondisi kita kelak di alam kubur jika kita melangkah ke sana tanpa bekal iman dan amal saleh. Kita akan tenggelam dalam penyesalan yang tak bertepi dan terombang-ambing dalam lautan azab yang pedih.

Oleh karena itu, selagi Allah SWT masih memberikan kita helaan napas di kota ini, selagi jantung masih berdenyut dan kesempatan masih ada, marilah kita bersiap. Ada dua bekal utama yang harus kita kumpulkan sebelum maut menjemput

Pertama, Memperbanyak Amal Saleh.

Bukan harta melimpah, rumah megah, atau jabatan di tempat kerja yang akan menemani kita di lubang kubur yang sempit. Hanya amal salehlah yang akan menjadi cahaya penolong kita. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Kahfi ayat 110:

فَمَنْ كَانَ يَرْجُوْا لِقَآءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَّلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا

Artinya: "Barangsiapa mengharapkan pertemuan dengan Rabbnya, maka hendaklah ia mengerjakan amal saleh dan janganlah mempersekutukan sesuatu pun dalam beribadah kepada Rabbnya." (QS. Al-Kahfi: 110).

Kedua, Segera Bertaubat kepada Allah SWT.

Jangan menunda taubat hingga datangnya masa tua atau datangnya rasa sakit. Syekh Nawawi Al-Bantani dalam Syarah Sullam at-Taufiq menjelaskan bahwa syarat taubat sejati adalah:

النَّدْمُ، وَالْإِقْلَاعُ، وَالْعَزْمُ عَلَى أَنْ لَا يَعُوْدَ إِلَيْهَا، وَالْاِسْتِغْفَارُ

Artinya: "Adanya rasa menyesal yang mendalam di hati, melepaskan dan meninggalkan perbuatan dosa tersebut seketika, memiliki tekad yang kuat untuk tidak mengulanginya lagi, serta memperbanyak istighfar memohon ampunan.".

Jama'ah yang dimuliakan Allah,

Mari kita jadikan setiap helai napas kita di Kota Bontang ini sebagai ladang pahala. Jangan biarkan hari-hari kita berlalu sia-sia tanpa persiapan. Semoga Allah SWT menyelamatkan kita dari jepitan dan siksa kubur, menjauhkan kita dari panasnya api neraka, serta mengumpulkan kita kembali bersama keluarga tercinta di dalam surga-Nya yang penuh kenikmatan. Aamiin ya Rabbal 'Alamin.


بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فيِ القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنيِ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآياَتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنيِّ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ َإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْليِ هذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ ليِ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

 

 

Khutbah Kedua

 

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِالْاِتِّحَادِ وَالْاِعْتِصَامِ بِحَبْلِ اللهِ الْمَتِيْنِ أَشْهَدُ أَنْ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ، إِيَّاهُ نَعْبُدُ وَإِيَّاهُ نَسْتَعِيْنُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَلْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. اِتَّقُوا اللهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَسَارِعُوْا إِلَى مَغْفِرَةِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

 اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدَنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْاَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ  اَللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ إِيْمَانًا كَامِلًا وَيَقِيْنًا صَادِقًا وَرِزْقًا وَاسِعًا وَقَلْبًا خَاشِعًا وَلِسَانًا ذَاكِرًا وَحَلَالًا طَيِّبًا وَتَوْبَةً نَصُوْحًا، اَللّٰهُمَّ طَوِّلْ عُمُورَنَا وَصَحِّحْ أَجْسَادَنَا وَنَوِّرْ قُلُوْبَنَا وَثَبِّتْ إِيْمَانَنَا وَأَحْسِنْ أَعْمَالَنا ،رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ   عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَادْعُوْهُ يَسْتَجِبْ لَكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Mengarungi Samudra Kematian: Jangan Biarkan Diri Tenggelam Tanpa Bekal"